Jawab Kebutuhan Muslimah, Melati Suci Gorontalo Hadirkan Terapis Bekam Perempuan

Jawab Kebutuhan Muslimah, Melati Suci Gorontalo Hadirkan Terapis Bekam Perempuan

KAMBUNGU.ID, GORONTALO — Kebutuhan layanan bekam bagi pasien perempuan di Gorontalo selama ini kerap menemui kendala: jumlah terapis bekam perempuan masih terbatas, sementara permintaan terus ada. Dalam kultur masyarakat yang menaruh perhatian pada adab, privasi, dan kenyamanan, sebagian muslimah memilih menunda terapi atau mencari tempat lain ketika tidak menemukan terapis sesama perempuan. Situasi ini membuat akses layanan menjadi kurang merata, terutama bagi perempuan yang ingin berbekam namun tetap menjaga batasan interaksi dan keterbukaan aurat.

Menjawab kebutuhan itu, Terapi Sehat Melati Suci Gorontalo memperkuat layanan dengan menghadirkan terapis bekam khusus perempuan. Penguatan ini ditandai oleh selesainya pelatihan bekam (Al Hijamah) yang diikuti Sintia Ibrahim, peserta perempuan asal Terapi Sehat Melati Suci Gorontalo. Sintia menuntaskan rangkaian Pelatihan Dasar dan Standardisasi Bekam Basah (Al Hijamah) yang diselenggarakan Terapi Sehat Melati Suci (TERAS MS) di kawasan Gejayan, Sleman, DI Yogyakarta, pada 24–25 Desember 2025.

Pelatihan yang diikuti Sintia tersebut dirancang bukan sekadar pengenalan, tetapi penguatan kompetensi sekaligus standardisasi layanan. Dalam pelatihan yang dilaksanakan dengan skema hybrid, puluhan peserta dari seluruh Indonesia pelatihan ini selama dua hari dengan rangkaian materi yang padat dan berorientasi praktik.

Dari sisi materi, pelatihan disusun cukup komprehensif. Peserta mendapatkan pengantar sekilas sejarah Al Hijamah, kemudian masuk ke pembahasan yang kerap menjadi perhatian masyarakat muslim, yakni titik bekam Nabi dan para ulama. Setelah itu, peserta dibekali SOP Al Hijamah TERAS MS sebagai pijakan standar layanan—mulai dari alur tindakan, kebersihan, hingga ketertiban prosedur. Pelatihan juga memuat aspek teknis yang lebih aplikatif seperti diagnosa tradisional dasar, penanganan gawat darurat, dan studi kasus, agar peserta tidak hanya memahami teknik, tetapi juga mampu menilai kondisi pasien secara lebih cermat dan bertanggung jawab.

Menariknya, dalam pelatihan ini menggunakan pendekatan keilmuan Traditional Chinese Medicine (TCM). Pendekatan ini biasanya menekankan pemahaman kondisi tubuh secara tradisional seperti keseimbangan dan respons tubuh, sebagai bagian dari kerangka edukasi praktik terapi. Dengan demikian, pelatihan tidak berhenti pada “cara membekam”, tetapi juga menyentuh aspek pemahaman tubuh dan penanganan berbasis standar.

Pemateri pelatihan ini adalah Ustadz Riza Fahlifie, S.Pd.I dan Ustad Iwan Mahmud yang berpengalaman puluhan tahun dalam praktik bekam serta dari tim divisi pelatihan, standardisasi, kompetensi, dan edukasi TERAS MS Yogyakarta. Dalam kegiatan ini ada pulaagenda pengijazahan bekam basah dan doa-doa terkait, yang biasanya menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta yang ingin menjaga aspek ruhiyah dan etika dalam praktik. Ijazah bekam ini dari Ir. Maulana Al-Habib Muhamad Effendi Al-Eydrus, SH., M.M, Pembina Lembaga Seni Pernafasan Melati Suci.

Dalam perspektif agama, bekam atau hijamah dikenal luas dalam tradisi thibbun nabawi. Bagi banyak muslim, bekam dipandang sebagai ikhtiar pengobatan yang dibolehkan, bahkan sering dijadikan pilihan terapi selama dilakukan secara aman, bersih, dan tidak melanggar ketentuan syariat. Karena itu, faktor adab pelayanan menjadi penting: menjaga kehormatan pasien, privasi, dan batasan yang patut dalam tindakan. Kehadiran terapis perempuan dinilai memberi ruang nyaman bagi pasien perempuan untuk berobat tanpa rasa sungkan—terutama ketika titik bekam berada pada area yang lebih sensitif.

Pengurus Melati Suci Gorontalo menegaskan, hadirnya terapis perempuan merupakan bagian dari upaya meningkatkan mutu layanan sekaligus memperluas akses terapi bagi pasien perempuan di Gorontalo. Dengan adanya terapis sesama perempuan, pasien diharapkan lebih leluasa berkonsultasi, bertanya tentang prosedur, serta menjalani terapi dengan rasa aman. Ini juga menjadi langkah strategis agar layanan bekam tidak hanya tersedia, tetapi juga lebih inklusif dan sesuai kebutuhan masyarakat setempat. Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut atau melakukan pendaftaran layanan bekam khusus perempuan, dapat menghubungi Sintia Ibrahim (Tya) di nomor 0822-6464-9785.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *