GORONTALO, KAMBUNGU.ID — The Gorontalo Institute akan menyelenggarakan Gorontalo Education Forum 2026 sebagai ruang refleksi Hari Pendidikan Nasional 2026. Forum ini mengangkat tema “Menata Masa Depan Pendidikan Gorontalo: Akses, Kualitas, dan Transformasi”.
Kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada Kamis, 7 Mei 2026, pukul 19.30 WITA, melalui Zoom Meeting. Forum ini menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi, pemerintah, praktisi pendidikan, serta pemerhati kebijakan pendidikan di Gorontalo.
Founder The Gorontalo Institute, Dr. Funco Tanipu, S.T., M.A, mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk membaca kembali kondisi pendidikan di Gorontalo sekaligus merumuskan arah perbaikan ke depan.
“Gorontalo membutuhkan percakapan yang lebih serius, terbuka, dan berbasis data mengenai masa depan pendidikan. Forum ini kami hadirkan sebagai ruang bersama untuk melihat persoalan akses, kualitas pembelajaran, tata kelola guru, serta kebutuhan transformasi pendidikan di daerah,” ujar Funco.
Menurut Funco, pendidikan Gorontalo tidak hanya perlu dibicarakan dari sisi capaian administratif, tetapi juga dari kualitas pengalaman belajar peserta didik, pemerataan layanan pendidikan, kapasitas guru, serta kesiapan lembaga pendidikan menghadapi perubahan sosial dan teknologi.
Forum ini akan menghadirkan sejumlah narasumber, yaitu Prof. Dr. Suleman Bouti, S.Pd., M.Hum (Guru Besar Universitas Negeri Gorontalo); Prof. Dr. Novianty Djafri, S.Pd.I., M.Pd.I (Guru Besar Universitas Negeri Gorontalo); Sudarman Samad, M.Ec.Dev (Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Gorontalo); Drs. Haris Rahim, M.A.P (Sekretaris Yayasan Citra Bangsa Mulia/Jubilee School) serta Dr. Funco Tanipu, S.T., M.A (Founder The Gorontalo Institute sekaligus penyampai pengantar diskusi).
Selain itu, forum ini juga menghadirkan Arman Mohamad, S.Pd.I., M.Si (Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pohuwato); Dr. Irwan Usman, M.Pd (Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gorontalo Utara); Dr. Basir Noho, S.E., M.AP (Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bone Bolango); Dr. Abd. Waris, S.Pd., M.Pd (Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gorontalo); serta Hamzah Hippy, S.T., M.T (Kepala Kantor Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Gorontalo).
Funco menjelaskan, terdapat beberapa fokus utama yang akan dibahas dalam forum ini, yaitu akses dan pemerataan pendidikan, kualitas pembelajaran dan hasil belajar, tata kelola guru dan tenaga kependidikan, serta arah transformasi pendidikan Gorontalo.
“Isu pendidikan tidak bisa diselesaikan secara sektoral. Perlu kolaborasi antara pemerintah, akademisi, sekolah, guru, masyarakat sipil, dan lembaga independen. Karena itu, kami ingin forum ini menjadi titik temu berbagai gagasan untuk memperkuat ekosistem pendidikan di Gorontalo,” jelasnya.
Kegiatan ini akan dilaksanakan secara daring dengan kuota terbatas sebanyak 100 peserta. The Gorontalo Institute berharap forum tersebut dapat menghasilkan rekomendasi dan gagasan strategis bagi penguatan pendidikan di Gorontalo, terutama dalam menghadapi tantangan pemerataan akses, peningkatan mutu, serta transformasi tata kelola pendidikan.
Funco menambahkan, peringatan Hari Pendidikan Nasional seharusnya tidak berhenti pada seremoni, tetapi menjadi momentum reflektif untuk mengevaluasi arah pembangunan pendidikan daerah.
“Hardiknas harus menjadi ruang refleksi. Kita perlu bertanya: apakah pendidikan kita sudah benar-benar menjangkau semua anak, apakah kualitas pembelajaran semakin membaik, dan apakah sistem pendidikan kita siap menghadapi masa depan. Pertanyaan-pertanyaan inilah yang ingin kami diskusikan dalam forum ini,” pungkasnya.
Bagi yang ingin mengikuti forum ini, bisa bergabung melalui link :
https://chat.whatsapp.com/IAp5e4qzMJy7HjrE0COX6c

